Apa Jadinya Hidup Ini Tanpa Rumah Makan Padang?

Haha! Itu komen salah seorang teman saya di FB, mas Mukti Ali, waktu saya meng-upload foto sebuah rumah makan sederhana yang membuat saya langsung jatuh cinta. Sungguh sebuah komen yang membuat saya merenung dalam-dalam. #eeaaak Iya ya, apa jadinya hidup ini tanpa rumah makan Padang?Hmmm..

Coba, rumah makan dari daerah mana lagi yang bisa menyaingi persebaran menu kuah santan dan aneka sambal secara massif di seantero Indonesia –bahkan sampai ke luar negeri- selain rumah makan dari Sumatera Barat ini? Dan uniknya, menu yang tersaji (hampir) selalu cocok di lidah siapa saja. Sampai-sampai salah satu menu andalannya, rendang, pernah dinobatkan jadi makanan paling enak sedunia. Fakta yang menjadi kabar gembira untuk kita semua. Dan saya cuma bisa bilang “Huwooow! Sungguh pemenang kuliner tiada tanding!” 😀 Continue reading

Liburan Asyik a la Dusun Bambu

KALAU mau jujur ya, sebenarnya tempat wisata ini termasuk mainstream juga untuk ukuran Lembang dan sekitarnya. Ada area persawahan, ada danau buatan, ada saung-saung, ada restoran sunda, dan ada shuttle car yang akan membawa pengunjung ke area utama. Dibilang biasa sih nggak, karena masing-masing tempat wisata yang seperti ini punya daya tariknya tersendiri.

Alam yang indah, sudah pasti. Alam indah yang dikelola secara kreatif oleh pihak developernya. Serba artifisial sih sebenarnya, tapi sungguh disulap menjadi surga wisata yang indah. Sama sekali tak salah jika itu untuk kepentingan pariwisata. Toh, masyarakat juga sangat terhibur dengan adanya objek-objek wisata serupa itu. Coba, mana ada lokasi wisata seperti itu di kota besar? Adanya tempat-tempat wisata bernuansa kampung dan alami itulah yang selalu dirindukan pengunjung dari kota yang senantiasa padat dan sibuk. Rehat sejenak menikmati santap siang sambil ditemani angin semilir yang sejuk di tepian danau, uughh…siapa yang tak mau? Continue reading

Serba-serbi Pouch Kosmetik Minimalis

img1424503386186

Compact powder warna beige

 

Heyho, kamu kamu perempuan-perempuan cantik di mana aja! 😀

Tumben nih saya ikutan lomba blog yang berbau-bau dandan gini. Padahal saya aslinya ga terlalu suka dandan. Dari jaman puber sampe udah nikah gini, yang namanya dandan masih alakadarnya. Haha. Kalo urusan dandan, adek ipar saya yang mahasiswi itu jadi guru saya kadang-kadang. Mestinya kan kebalik ya. Hihihi. Tapi emang dasar nggak pernah dicontohin Umak atau kakak-kakak saya soal dandan, jadinya pengetahuan dan wawasan ala kecantikan gitu masih di bawah standar. Sekali-sekali suka juga sih liat tutorial soal cara make ini, cara make itu. Tapi nggak pernah bener-bener diaplikasikan. 😀 Kecuali pernah sekali, saya ke kondangan pake eye shadow model smokey eyes. Pas diliat-liat, trus pas minta pendapat adek ipar, katanya sih oke. Weehh..berarti mayan bakat juga saya buat dandan ya. 😀

Continue reading

Menggantung Mimpi di Benua Biru

IMPIAN saya banyak. Sungguh banyak. Saya adalah pemimpi sejati, yang bila impian-impiannya dituliskan, akan berderet panjang. Bila saya menulis impian menjadi penulis terkenal yang karya-karyanya selalu best seller, ya, itu sudah masuk ke kotak impian saya, tanpa perlu saya jabarkan lagi. Menjadi psikolog andal dan mampu mengelola biro psikologi warisan ayah sampai sukses? Tentu. Itu sudah mulai dilakukan, meski jalannya lambat. Hehe… Maklum, saya masih belajar. Tapi yang satu ini, adalah impian yang perlu saya ceritakan. Satu impian yang memengaruhi munculnya impian yang lain.

Mungkin sejak saya kecanduan membaca tetralogi Laskar Pelangi-nya Andrea Hirata, benua Eropa jadi makin terlihat bening di mata saya. Sebuah benua yang sudah saya impi-impikan sejak zaman sekolah dulu. Ada suatu saat yang kalau mengingatnya, saya suka senyum-senyum sendiri. Waktu kelas 2 SMA dulu, saya suka ke perpustakaan sekolah. Di sana, ada satu buku yang begitu menarik perhatian saya. Buku ensiklopedia tentang Venezia atau Venice, kota gondola di Italia. Mengamati gambar-gambar indahnya nan romantis itu, hati dan pikiran saya terbius. Duh, kapan ya, bisa jalan-jalan ke sana? Saking terhipnotisnya dengan gambar-gambar apik di buku itu, saya sampai mencipta sebuah puisi romantis, khusus untuk Venezia. 😀 Continue reading

Tentang Tanggal Lahir Kamu yang Sulit Dilupakan

KAMU? Iyaaa..kamuuu.. 😀

Saya patut bersyukur. Allah menganugerahi saya satu hal yang mungkin nggak semua orang punya. Hmmm…mungkin ada banyak juga orang yang punya hal satu ini, tapi itu lebih karena kecerdasannya yang super. Inget hampir semua hal. Kalo saya sih, aslinya pelupa. Haha. Tapi kenapa untuk yang satu ini saya suka inget ya? Mungkin saya sangat menghayati kuliah tentang “Memory” pas jaman kuliah Psikologi dulu. Yang kalo sesuatu itu diulang-ulang (rehearsal), akan masuk ke Long Term Memory dan nempel di ingatan untuk waktu yang lama, bahkan selamanya. Atau…apa karena saya termasuk tipe romantis melankolis? 😀

Apapun itu, baiknya saya bocorin aja soal anugerah yang satu itu, ya. *udah kayak anugerah blogger Indonesia aja.. (emang ada?) 😀 *. Continue reading

Assalamu’alaikum, Bandung!

DSC_0128

KUMAHA damang? Pangestu? 😀

Kota yang satu ini bisa dibilang cukup sering saya kunjungi dalam 2 tahun terakhir dibandingkan kota-kota lain di pulau Jawa. Kadang bertandang untuk acara keluarga, dan lebih banyak untuk menemani suami yang ikut seminar atau workshop. Meski cukup sering, pesona Bandung dengan ragam kuliner dan tujuan wisata ala perkotaannya tak pernah membosankan buat saya. Di Bandung, saya justru suka nge-mall. Haha. Padahal sebenarnya saya ingin juga jalan ke museum atau tempat-tempat bersejarah yang ada di sana. Tapi apa daya. Terkadang karena waktu yang terbatas dan tak adanya teman sepenjelajahan yang berminat sama, membuat saya belum berjodoh dengan tempat-tempat itu. Paling-paling saya berkeliling kota Bandung dan melihat taman-taman kotanya yang sudah disulap menjadi lebih bagus oleh walikotanya, Ridwan Kamil.

Tak jauh beda dengan Jakarta, mall-mall di Bandung pun menawarkan keunikan konsep tempat sekaligus kenyamanan berbelanja. Waktu ke Bandung di akhir Januari 2015 kemarin, saya dan suami menginap di salah satu hotel di Jl. Cihampelas. Letak hotelnya strategis, berada tak jauh dengan Cihampelas Walk (CiWalk) yang kata sepupu saya yang warga Bandung sudah disulap jadi pusat perbelanjaan yang lebih bagus dan keren. Continue reading

Sekejap Singgah di Laut Merah

DSC_0042

Laut Merah dari atas Masjid Ar-Rahmah (masjid terapung)

JUM’AT, 9 Januari 2015. Tawaf terakhir di Baitullah. Jamaah sedang ramai-ramainya. Saya dan teman serombongan yang perempuan tawaf wada’ sebelum salat Jum’at. Seperti hari-hari sebelumnya, berkeliling ka’bah tujuh putaran memberi kesan tersendiri. Meski penuh oleh manusia dan kadangkala ada rintangan, tapi entah mengapa, sangat nikmat bila dijalankan. Alhamdulillah… Maka doa terakhir di depan multazam adalah agar Allah berkenan memanggil saya lagi ke sini. Saat itu, barulah saya bisa merasakan, mengapa setiap orang yang pernah ke Baitullah mengaku selalu ingin kembali ke sana.

Selesai salat Jum’at dan setelah mengemasi semua barang bawaan, kami pun check out dari hotel dan bergerak ke Jeddah. Waktu tempuh dari Makkah ke Jeddah sekitar 1,5 jam. Di Jeddah kami menginap 1 malam sebelum pulang esok harinya. Tak banyak yang bisa dilakukan di kota internasional Saudi Arabia itu selain istirahat di hotel. Sebenarnya ada saja kegiatan kalau mau. Nge-mall misalnya. Hehe… Kalau mau jalan sendiri keliling kota sambil jalan ke mall, bisa naik taksi. Tapi entah kenapa, saya dan suami kurang tertarik berbelanja lagi. Lagian mau belanja apa? Di tanah air, mall juga banyak. 😀 Lagipula rasanya ada yang berbeda. Biasanya di waktu-waktu salat sudah di Masjidil Haram, tapi sekarang harus menyesuaikan diri lagi dengan salat di kamar hotel karena jauhnya masjid. Continue reading