Shafa Asked, “Where Are Your Kids?”

DSC_0611

Suasana Subuh yang dirindukan di Masjid Nabawi

 

GADIS kecil bermata biru bening, kutemui di salah satu shaf di Masjid Nabawi. Kepalanya yang mungil mengenakan jilbab. Cantik sekali. Masya Allah…aku terkagum-kagum melihat ciptaanNya yang luar biasa di depanku ini. Selama ini aku hanya melihat profil wajah seperti miliknya itu di internet, di page foto-foto bayi yang dijadikan model. Indah, Yaa Mushawwir..

Ia bersama ibunya. Tampaknya bukan perempuan Arab.

“America,” jawabnya sambil tersenyum saat aku bertanya asalnya. Oh, jadi gadis cilik ini seorang Amerika. Lagi-lagi aku dibuat takjub akan kemahabesaranNya. Betapa Islam telah mempertemukan aku dengan saudara-saudariku seiman dari seluruh dunia di rumahNya yang mulia. Dalam balutan gamis dan hijab lebar, ibu sang gadis tampak anggun. Tak tampak wajah baratnya. Aku sempat menduga-duga warna rambutnya yang pirang. Senyuman demi senyuman yang tersungging menjadi penyambung ukhuwah. Dengan bermodalkan bahasa Inggris yang pas-pasan, aku berkomunikasi dengan ibunya. Continue reading

Sekejap Singgah di Laut Merah

DSC_0042

Laut Merah dari atas Masjid Ar-Rahmah (masjid terapung)

JUM’AT, 9 Januari 2015. Tawaf terakhir di Baitullah. Jamaah sedang ramai-ramainya. Saya dan teman serombongan yang perempuan tawaf wada’ sebelum salat Jum’at. Seperti hari-hari sebelumnya, berkeliling ka’bah tujuh putaran memberi kesan tersendiri. Meski penuh oleh manusia dan kadangkala ada rintangan, tapi entah mengapa, sangat nikmat bila dijalankan. Alhamdulillah… Maka doa terakhir di depan multazam adalah agar Allah berkenan memanggil saya lagi ke sini. Saat itu, barulah saya bisa merasakan, mengapa setiap orang yang pernah ke Baitullah mengaku selalu ingin kembali ke sana.

Selesai salat Jum’at dan setelah mengemasi semua barang bawaan, kami pun check out dari hotel dan bergerak ke Jeddah. Waktu tempuh dari Makkah ke Jeddah sekitar 1,5 jam. Di Jeddah kami menginap 1 malam sebelum pulang esok harinya. Tak banyak yang bisa dilakukan di kota internasional Saudi Arabia itu selain istirahat di hotel. Sebenarnya ada saja kegiatan kalau mau. Nge-mall misalnya. Hehe… Kalau mau jalan sendiri keliling kota sambil jalan ke mall, bisa naik taksi. Tapi entah kenapa, saya dan suami kurang tertarik berbelanja lagi. Lagian mau belanja apa? Di tanah air, mall juga banyak. 😀 Lagipula rasanya ada yang berbeda. Biasanya di waktu-waktu salat sudah di Masjidil Haram, tapi sekarang harus menyesuaikan diri lagi dengan salat di kamar hotel karena jauhnya masjid. Continue reading

Jabal Rahmah dan Kenangan di Terowongan Mina

Jabal Rahmah

Jabal Rahmah

HARI kedua di Makkah. Seperti di Madinah, di kota kelahiran Rasulullah SAW ini pun kami diajak berkeliling. Menziarahi tempat-tempat yang pernah dilalui Rasulullah SAW dan para sahabat. Tapi saya lupa urutan tempat yang dilalui, karena lebih banyak hanya ditunjukkan dari bus yang terus berjalan. Yang saya ingat adalah Jabal Tsur, Jabal Rahmah, padang Arafah, Muzdalifah, terowongan Mina, dan Jabal Nur.

Di Jabal Rahmah, kami turun. Di sekitarnya, ramai orang-orang yang berkeliling, asyik berfoto atau menaiki bukit berbatu itu. Karena waktu yang diberikan tour leader hanya lebih kurang setengah jam dan melihat ramainya orang-orang yang berkumpul di dekat tugu di puncak bukit, saya dan suami memilih memandangnya dari kejauhan saja. Beberapa teman serombongan memang naik, tapi entah kenapa saya lebih senang menikmati Jabal Rahmah dengan manusia yang menyemut dari kejauhan. Continue reading

Sejenak Istirah di Depan Ka’bah

Bagian depan Masjidil Haram yang tengah direnovasi

Bagian depan Masjidil Haram yang tengah direnovasi

JELANG pukul 23.00 waktu setempat. Dari kejauhan, kompleks gedung pencakar langit The Abraj Al-Bait Towers atau dikenal juga dengan Mecca Royal Hotel Clock Tower sudah terlihat. Terbayang sebuah bangunan mulia di depannya; Masjidil Haram. Ah, seperti apa rupanya dari dekat?

Bus yang kami tumpangi masih melaju, berbelok-belok mengikuti rute menuju Masjidil Haram. Pandangan saya nyaris tak lepas dari menara jam tertinggi di dunia itu. Semakin lama, semakin dekat. Dan sampailah kami di depan hotel, tepat di belakang kompleks gedung menara jam itu. Dari jarak yang tak seberapa jauh, saya memandang bagian depan Masjidil Haram. Alhamdulillah, akhirnya aku menyaksikan rumah muliaMu ini, Ya Allah…

Kantuk yang sempat hinggap selama 6 jam perjalanan dari Madinah ke Makkah langsung terbang. Tergantikan rasa tak sabar ingin melihat ka’bah. Sesudah check in dan berbenah sejenak di kamar hotel, kami turun lagi ke lantai dasar, bersiap untuk berumrah. Pukul 23.30, kami serombongan bergerak menuju Masjidil Haram. Di sekitar kami, orang-orang lalu lalang. Kebanyakan terlihat searah dengan kami. Continue reading

Ziarah di Ramahnya Kota Madinah

DSC_0605

Birunya langit menambah keindahan arsitektur Masjid Nabawi

BENAR kata orang-orang. Pengalaman selama di tanah suci, terkadang tak sanggup untuk diceritakan. Lebih indah untuk disimpan sendiri, diresapi di dalam hati, dikenang dalam ingatan, sambil terus bertasbih memujiNya.

Sedari kemarin, tangan saya terasa kaku untuk menulis tentang pengalaman selama seminggu di sana. Padahal saya ingin berbagi. Belum sampai 3 alinea, saya terhenti. Rasanya pengalaman-pengalaman sakral itu jadi terasa agak kurang nilainya jika diejawantahkan dalam tulisan, pun obrolan. Entahlah. Mungkin memang begitu. Jadi akhirnya saya tak ingin memaksakan diri. Kalaupun ada yang ingin saya tulis, hanya berupa penggalan-penggalan kisah yang bisa dengan ringan dibagi, antara lain berupa cerita saat city tour di kota Madinah, Makkah dan Jeddah. Sekadar ziarah ke beberapa tempat yang pernah dibangun atau dilalui Rasulullah SAW dan para sahabat, serta beberapa informasi yang semoga bermanfaat. Continue reading

Ke Tanah Suci, Mau Apa?

Transit di KLIA

Transit di Kuala Lumpur International Airport (KLIA) (dok. AFR)

“Tak ada sesuatu yang lebih nikmat di dunia ini selain salat di Masjidil Haram.”

Kata-kata saudara saya yang kala itu baru pulang dari menunaikan ibadah haji masih terus terngiang di pendengaran saya. Saya tertegun ketika mendengar kalimat yang terasa sakral dan seperti jauh di awang-awang itu. Duhai, benarkah tak ada kenikmatan lain di dunia ini selain bersembah sujud padaNya di Masjidil Haram?

Saya suka travelling, dan bercita-cita bila suatu saat nanti saya bisa menginjakkan kaki di Eropa, benua yang saya impi-impikan untuk saya kunjungi. Sampai kini, keinginan itu belum terwujud. Tapi saya percaya, suatu saat nanti saya akan sampai juga di sana. Entah bagaimanapun caranya. Banyak hal, cukup dengan bermodal keyakinan kuat, akan tercapai. Sedari dulu, saya hanya bermodalkan keyakinan itu untuk mencapai sesuatu. Keyakinan yang kuat itu pada akhirnya akan mendorong timbulnya usaha yang maksimal untuk berhasil mencapainya. Ah, saya kira semua orang yang punya impian juga punya rumus yang sama. Continue reading