Kulfi, si Manis Menggoda dari India

Kulfi sebagai dessert :-D (dok. AFR)

Kulfi sebagai dessert.. πŸ˜€ (dok. AFR)

JANGAN harap ada foto-foto Preity Zinta, Aishwarya Rai, atau Katrina Kaif dan sebangsanya di sini. Mereka sih bukan manis, tapi cantiiikk sekaliii πŸ˜€ Lagian, kalau mau bahas artis India, saya bukan ahlinya. Saya cuma tertarik ngebahas kulinernya negeri Kajol itu. Weiiizz..teteeeuupp yaa..kalo soal makanan paling antusias. Hahaha…

Ini bukan mau ngebahas martabak atau roti cane-nya yang pasti udah banyak yang tahu tentang betapa nikmatnya makan 2 jenis makanan itu sebagai camilan sore hari (camilan??). Ini mau cerita dikit soal makanan -atau minuman ya?- favorit saya dari jaman masih imut. Es krim. *Lha trus, apa uniknya?* Hmmm…saya cerita dari awal dulu ya. Biar tulisan ini terasa cukup panjang buat diposting di blog. Hihihi…

Pada suatu siang yang cerah, untuk pertama kalinya saya menginjakkan kaki di restoran mungil ini. Eeeuuhh..bukan lebay sih. Masalahnya, itu restoran tiap hari saya lewatin pas pulang sekolah dari SMAN 1 Medan, belasan tahun yang lalu. Dan baru saya kunjungin pertama kalinya beberapa minggu yang lalu. Haha! Padahal orang-orang dari dulu udah ribut ngobrolin restoran yang satu itu. Katanya sih, enak!

Lama ngelupain restoran itu, ternyata takdir membuat saya termasuk jadi daftar pengunjung yang beruntung (halah) untuk ikut mencicipi nikmatnya menu yang ada di sana. Gara-garanya ini nih, orang yang di sebelah saya ini *lirik suami. Suami saya memang suka sekali nasi briyani, nasi kebuli, dan nasi-nasi lain yang berwarna dan berbumbu rempah. Kalau saya sih, kurang suka. Kadang nasi yang terlalu berbumbu rempah itu membuat eneg. Jadi, ketika tiba-tiba suami lagi pengen-pengennya makan nasi briyani saat kami berkendara menyusuri kota Medan, kami pun berhenti di depan satu ruko yang lantai bawahnya dijadikan restoran India bernama Cahaya Baru – North and South Indian Food. Letak restoran ini di Jl. T. Cik Ditiro, kampung Madras (d/h kampung keling, daerah yang banyak didiami warga keturunan India yang berasal dari Madras, India Selatan). Restoran ini tak jauh dari Kuil Shri Mariamman di Jl. Zainul Arifin yang kesohor itu. Dari kuil itu, jaraknya sekitar 500 meter.

Samosa isi kentang yang..hmmm...bikin laper! (dok. AFR)

Samosa isi kentang yang..hmmm…bikin laper! (dok. AFR)

Sesampainya di Cahaya Baru, nuansa India yang kental langsung terasa. Ada kuntum-kuntum bebungaan di atas pot besar dan lebar berisi air yang ditaruh di beranda. Seingat saya pot seperti itu sering terlihat sebagai properti di film India πŸ˜€ Begitu masuk, berbagai hiasan dinding ala India terpajang di setiap sisinya, menyambut tetamu yang datang. Restoran ini tampak tertutup dan hanya memiliki beberapa meja. Tak banyak pelanggan yang berkunjung. Memang, tempat ini bukan seperti tempat makan lain di mana pengunjung yang datang rela mengantre demi memanjakan perut.

Tak lama setelah kami duduk, pelayan pun datang. Jangan harap yang datang adalah lelaki berwajah Salman Khan -karena menyebut Shahrukh Khan sudah terlalu mainstream– atau Hritik Rhosan. Tampilan wajah pelayan-pelayan di sini tak ada nuansa India-nya sama sekali. Hehehe.. Selain para pelayan pria itu, ada satu perempuan berjilbab yang terkadang tampak mondar-mandir dari meja kasir, ke belakang bar, sampai ke bagian dapur. Semua pelayan yang berjumlah kurang dari 5 orang itu bergantian posisi sebagai pramusaji atau kasir. Tak terlalu sibuk, karena sampai saya datang untuk yang kedua kalinya ke situ, pengunjung hanya memenuhi dua atau tiga meja saja.

Tapi jangan salah. Tak ramai, bukan berarti restoran ini tak oke. Lihat saja stiker Trans 7 di dekat pintu masuknya, tanda kalau tempat ini sudah pernah diliput televisi nasional. Belum lagi di media-media lainnya. Reputasinya memang baik. Itu kemudian terlihat dari pesanan makanan yang disajikan.

Kalau membaca buku menunya, mungkin kening kita akan sedikit berkerut ketika membaca nama-nama menu yang ditawarkan. Kalau tak melihat gambarnya atau bertanya pada pelayan, kita tak bakal tahu seperti apa bentuk makanan bernama asing itu. Saya dan suami pun akhirnya memilih menu yang sebelumnya sudah pernah dicoba ditambah beberapa menu eksperimen. Nasi briyani, samosa, satu lagi entah apa namanya -tampak seperti kebab ala India- dan…Kulfi. saya ingin mencoba kulfi karena melihat gambarnya. Kalaulah itu disebut es krim.. – ya, sebut saja es krim biar gampang ya..haha.. – sungguh, kulfi adalah es krimΒ yang menarik karena berbentuk unik. Berupa es krim batangan yang dipotong kotak-kotak.

"Ane" yang lagi sibuk di balik meja bar..  (dok. AFR)

Ngeliat ini keinget film India ga? πŸ˜€ (dok. AFR)

Saya penasaran bagaimana rasanya kulfi itu. Sesampainya pesanan itu di atas meja, lidah saya tak sabar ingin mencoba. Ternyata…hmmm…enak! Susunya terasa sekali. Di atas es potong itu ada taburan semacam rempah (cardamom seeds) yang menyatu dengan es krim, yang membuat rasanya semakin unik dan membikin ketagihan. Saya menyantap es krim itu tanpa jeda hingga kandas. Wah…ternyata sangat mengenyangkan *ya iyalah, jeung…sebelumnya kan udah makan nasi briyani dan samosa. Hahaha…

Jadi waktu untuk kedua kalinya saya dan suami berkunjung ke sana lagi, Kulfi menjadi pesanan wajib. Bedanya, kalau pertama kali datang es krim itu jadi dessert, maka untuk kunjungan yang berikutnya, menu itu jadi hidangan appetizer. Hahaha…ga sabaarr karena udah kangen rasanyaa.. πŸ˜€

Puas menyantap menu restoran ini, jangan kaget kalau petugas kasirnya “mencegat” Β kita di dekat pintu agar mengambilΒ sejumput jintan untuk dikunyah. Ini supaya tidak bau mulut, katanya. Ada 2 macam jintan, yang original dan yang manis. Terserah mau pilih yang mana. Saya tentu memilih jintan manis. Hehe.. Hmmm…unik juga ya. Saya kurang tahu apa di restoran India lain juga begini. Sesi mengunyah jintan sambil berjalan keluar restoran itu jadi pengalaman unik tersendiri.

Terus, gimana? Ya udah itu aja sih. Huehehe.. Kalau penasaran sama rasanya, ya sila datang ke mari. Buat saya sih, kulfi sama samosa itu menu wajib pesan. Kalau datang pas lagi laper berat, ya plus nasi briyani lah. Kalo nasi briyaninya rasanya kebanyakan, ya bagi dua dong sama temannya. Hehe.. Karenanya, dilarang datang menjomblo alias ga bawa teman atau pasangan. Selain biar makannya ga sambil bengong, juga biar ada partner buat nyicipin sekaligus ngabisin menunya yang unik-unik. Yah, biar lebih afdol, makannya sambil ngobrolin artis atau lagu India yang lagi ngehits juga boleh.. πŸ˜€

Gimana? Jadi penasaran sama si manis ini ga? Buat Nurul Fauziah yang jadi pencetus ide dibuatnya tulisan ini, udah ga penasaran lagi kan? πŸ˜€

Kulfi sebagai appetizer.. :D (dok. AFR)

Kulfi sebagai appetizer.. πŸ˜€ (dok. AFR)

***

>> Btw ya, ternyata varian kulfi ini macem-macem loh. Yuk, sila di-browsing.. πŸ™‚

6 thoughts on “Kulfi, si Manis Menggoda dari India

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s