[Jelajah Sumbar] Jejak Romansa di Danau Kembar

DSC_0362

SEBENARNYA tak banyak yang bisa diceritakan dari kota Solok. Kotanya sama saja seperti kota-kota lain pada umumnya. Saat pagi kami sampai di sana, kota itu masih sepi, belum banyak yang beraktivitas. Kami pun menuju tempat sarapan yang direkomendasikan teman seperjalanan yang rumah orangtuanya akan kami tuju selesai sarapan.

Pilihan tempat sarapan itu ada banyak sebenarnya; lontong, sop, bubur kacang hijau, dan bubur entah apa namanya lagi. Selain itu juga ada goreng pisang, bakwan, risol dan kerupuk-kerupuk pelengkap hidangan. Semua anggota rombongan memilih lontong, cuma saya yang tidak. Saya lebih memilih sop karena teringat makanan berkuah ala Minang yang tak bersantan biasanya lezat. Inginnya soto sebenarnya, tapi ternyata tak tersedia. Tak salah dugaan saya. Sopnya lumayan enak dan rasanya ringan. Tak terlalu berbumbu dan enak dinikmati di pagi yang cukup dingin itu. Ditambah beberapa goreng bakwan, hmmm…sedaplah.

Kebun sayur mayur

Kebun sayur mayur

Selesai sarapan, kami pun menuju rumah teman kami tadi, yang ternyata tak jauh dari situ. Beramah tamah sejenak dengan empunya rumah, kami pun dipersilakan untuk beristirahat. Aahh…syukurlaah. Karena sedari tadi saya sudah menahan kantuk. Kami disediakan tiga kamar untuk masing-masing keluarga. Ya, rumahnya memang besar dan punya banyak kamar. Wajarlah, karena rumah itu menyatu dengan rumah bersalin milik ayahnya. Hehehe…

Siangnya, sehabis tidur nyenyak dan bersiap-siap, kami dijamu di rumah makan Salero Kampuang. Ada beberapa menu unik yang jarang saya temukan di rumah makan-rumah makan Padang lainnya. Ada pepes teri dan terong jengkol sambal hijau. Rasanya nikmat! Tapi pastinya saya ga makan jengkolnya dong..huehehe…meski pengen.. #eh

Siap bersantap, kami pun bergerak menuju objek wisata yang jauhnya kira-kira 1,5 jam dari Solok. Tempat yang termasuk list sebagai tempat yang paling ingin saya kunjungi di ranah Minang. Danau Kembar, yang terdiri dari Danau Atas dan Danau Bawah. Kami menuju salah satu danau itu, yang dalam perjalanan kami belum tahu apakah itu Danau Atas atau Danau Bawah. 😀

10670094_909962289032707_5761560143612668820_n

Yang paling menarik selama perjalanan itu adalah pemandangan di kanan-kirinya. Sawah, pebukitan, begitu luas dipandang dari ketinggian. Indah sekali. Tapi jangan ditanya tentang jalan yang dilalui. Berkelok-kelok dan di salah satu sisinya jurang menganga. Syukurlah jalannya mulus, sehingga tanpa terasa -karena sambil bercakap-cakap juga- kami sampai di satu pertigaan. Kami berbelok ke kiri dan tak lama kami sampai di jalan masuk ke danau di sebelah kanan.

Dan ta daaa…inilah Danau Kembar itu, yang baru salah satunya kami temui. 😀 Menurut orang-orang di sana, danau kembar pertama yang kami temui itu namanya Danau Atas, meski letak geografisnya berada di bawah atau lebih rendah daripada Danau Bawah yang letak geografisnya lebih tinggi atau ada di atas. Eerrr…membingungkan ya? Tapi begitulah. Yang jelas, kami sudah berada di Danau Atas sekarang. Hehehe…

10376166_909962202366049_2733452439638847834_n

Danau itu punya dermaga, yang sore itu cukup ramai. Kebanyakan adalah para remaja yang asyik berfoto-foto. Kameranya bukan sembarang kamera. Mereka berganti-gantian memotret dengan kamera DSLR yang bukan memakai lensa standar. Wuiihh…keren juga para abege ini, pikir saya. Di ujung dermaga, tertambat sebuah perahu. Ternyata itu perahu yang biasa membawa wisatawan untuk berkeliling danau. Biayanya Rp 10.000,- per orang. Saya sebenarnya ingin, tapi lebih memilih jalan-jalan dan memotret di sekitar danau ini saja. Jadilah, kawan-kawan dan keluarganya ikut tur dengan perahu sementara saya dan suami berkeliling sambil memotret.

Sore itu, Danau Atas memang menarik. Apalagi bagi saya yang baru pertama kali mengunjunginya. Udara di sana ternyata dingin. Anginnya kencang, sehingga kamera HP yang saya gunakan untuk memotret bergoyang-goyang diembus angin.

10636278_909962449032691_4493013426195000500_n

Ada satu spot sebenarnya yang saya ingin sekali berpose di situ. Ini karena foto salah satu teman di facebook, uni Fitri Yenti, yang mengunggah fotonya dengan seorang temannya di depan sebuah villa yang cantik. Bisa dikatakan, mungkin foto itulah yang membuat saya punya impian untuk datang ke tempat ini. Latar belakang fotonya itu membangkitkan imajinasi. Indah sekali. Serasa berada di Eropa. 😀 Maka ketika saya menemukan wujud villa itu, saya begitu girangnya! Akhirnya saya bisa berfoto dengan latar belakang yang sama dengan teman saya tadi. Haha… Alhamdulillah…satu mimpi sederhana yang terwujud.. 🙂

Akhirnyaaa bisa foto di sini jugaakk.. :D

Akhirnyaaa bisa foto di sini jugaakk.. 😀

Puas memandangi dan mengabadikan keindahan Danau Atas, kami pun bersiap untuk menuju kembarannya, Danau Bawah. Hari sudah pukul 5 sore. Senja mulai membayang. Sempat ragu arahnya ke mana karena tak ada penunjuk jalan, kami pun bertanya pada orang-orang sekitar. Tapi sudah beberapa orang yang ditanya, semuanya memberi arah yang bagi kami tak jelas. Kami sempat berputar balik beberapa kali. Ini juga karena teman kami yang orang Solok itu belum pernah ke sana. Hahaha… Setelah dipikir-pikir, ya sudahlah. Kami menyerah untuk tak menemui dulu kembarannya. Apalagi kata seorang teman saya waktu ditelepon, waktu tempuh ke sana hampir satu jam. Mau dipaksakan juga bakal dapat apa? Hari sudah gelap dan keindahan danau takkan teraba. Jadilah, Danau Bawah kami nobatkan sebagai si danau yang hilang. Hahaha…

1505345_909962602366009_7628925783720167350_n

“Ah, lagian bentuk danau di mana-mana sama aja kan? Air yang dikelilingi daratan. Haha…” kata saya menghibur diri waktu kami berbelok ke jalan pulang ke Solok.

“Ada bedanya sih, Nis. Kalau di Danau Bawah nggak terlalu rame dan nggak banyak sampah,” kata teman saya yang asal Solok itu di telepon.

Saya langsung teringat akan banyaknya sampah yang berserakan di sekitar Danau Atas tadi. Waduh! Iya juga. Haahh…kapan-kapan lagilah main ke sana. Tapi teteepp..ke Danau Atas adalah pengalaman mengesankan yang takkan terlupakan. Apalagi objek fotonya ciamik semua! 😀

10689985_909962629032673_6780469909854966029_n

***

One thought on “[Jelajah Sumbar] Jejak Romansa di Danau Kembar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s