[ODOJ] Yuk, Membiasakan Tilawah Setiap Hari

dok. AFR

dok. AFR

TILAWAH is my style. Itu slogan yang baru saja diciptakan para anggota kreatif grup One Day One Juz (ODOJ) 2622, tempat saya bergabung. Ya, akhirnya hati saya tergugah juga untuk bergabung setelah membaca status-status yang mempromosikan kegiatan grup ODOJ online, khususnya status dari teman saya, Mbak Aulia Gurdi. Maka tanpa pikir panjang lagi, sembari menguatkan hati dan niat, saya mengirim pesan pribadi kepadanya di facebook dan menyatakan bersedia untuk berkomitmen menjadikan tilawah minimal 1 juz sebagai kegiatan harian.

Mbak Aulia lalu meminta nomor HP saya yang bisa untuk Whatsapp. Ya, grup ODOJ ini memanfaatkan aplikasi instant messager Whatsapp atau BBM sebagai media komunikasinya. Hal ini mutlak perlu untuk kelancaran komunikasi antar sesama anggota grup. Kalaupun nanti sedang tidak online, anggota grup bisa melapor kegiatan tilawah hariannya lewat SMS ke pengurus grup atau anggota yang lain sebelum batas waktu. Waktu yang disediakan untuk tilawah adalah 24 jam, mulai dari pukul 18.00 WIB hari ini sampai 18.00 WIB keesokan harinya. Waktu yang panjang untuk tilawah 1 juz, kan?

Saya baru dikonfirmasi masuk ke grup ODOJ 2622 dua hari kemudian. Bagaimana rasanya? Deg-degan. πŸ˜€ Jujur, ada kekhawatiran tersendiri ketika baru memasuki β€œdunia baru” tersebut. Bisakah saya menjaga komitmen untuk tilawah setiap hari? Bisakah saya selalu istiqomah? Bagaimana kalau saya tak cocok dengan suasana di grup, mengingat semuanya adalah teman-teman yang sama sekali baru? Teman-teman yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia, bahkan (di grup lain) sampai ke luar negeri. Terlebih ini adalah grup tilawah, bukan grup arisan yang tanpa jadwal yang ketat. Ah, mungkin saya yang lebay ya. Tapi begitulah. Sindrom yang muncul saat beradaptasi dengan lingkungan yang baru ternyata masih menjangkiti saya. πŸ˜€

Awal bergabung, saya lalu disambut ramah oleh ketua dan sekretaris grup. Tugas ketua dan sekretaris ini adalah menjadi pengarah, pembimbing, sekaligus motivator bagi 28 anggota lainnya. Tugas sekretaris lebih spesifik; membuat dan membagi jadwal tilawah harian dan mengumumkannya di grup. Selain ketua dan sekretaris, juga ada satu admin grup yang mengawasi kelancaran kegiatan grup tersebut. Segala macam pertanyaan berkaitan dengan grup tilawah ini, bisa ditanyakan ke admin ataupun ketua dan sekretaris.

Jumlah anggota per grup sesuai jumlah juz dalam Al Quran, yaitu 30 orang. Grup laki-laki (ikhwan) tentu berbeda dengan grup perempuan (akhwat). Jangan kaget kala merasakan suasana kearab-araban saat berbincang di dalam grup. Panggilan β€œukhti (saudariku)” atau β€œakhi (saudaraku)” akan menjadi sangat akrab di β€œtelinga”. Juga β€œna’am (ya), syukron (terima kasih), ana (saya), tafaddhol (silakan), dan banyak lagi kosa kata bahasa Arab lainnya. Kalau anda pernah aktif di Rohis sekolah atau kampus, kata-kata ini tentu tak asing lagi, kan? Hehehe..

Ketiga puluh juz Al Quran itu dibagi ke semua anggota, termasuk ketua dan sekretaris. Juz yang diberikan sifatnya berkesinambungan. Artinya, jika hari ini mendapat jatah juz 5, maka esok harinya dilanjutkan ke juz 6, lusanya juz 7, dan seterusnya. Yang penting, setiap anggota mengingat peran minimalnya masing-masing, yaitu melapor tilawahnya sudah sampai di mana, sudah selesai (kholas) apa belum. Kalau belum kholas sampai batas waktu, maka akan dibantu dengan cara melelang sisa juz yang belum selesai. Maksudnya, anggota grup yang lain akan saling bahu membahu untuk menyelesaikan juz tersebut. Karena perlu diingat, misi grup ODOJ setiap hari adalah mengkhatamkan Al Quran, 30 juz setiap hari. Jadi kalau ada yang belum kholas, otomatis sisa juz jatahnya akan diambil alih.

arrahman

Tapi melelang itu adalah cara yang terakhir. Sebaiknya setiap anggota berkomitmen untuk menyelesaikan tilawahnya, meskipun sudah lewat batas waktu -asalkan tidak terlalu lama- dengan cara minta perpanjangan. Diperkirakan kholas sesudah isya, misalnya. Karenanya, bila dirasa tidak dapat kholas tepat waktu, sebelumnya harus melapor dulu di grup atau japri ke pengurus grup. Nanti ketua dan sekretaris yang akan menawarkan lelangan juz pada seluruh anggota yang sudah kholas. Intinya adalah saling membantu dan bekerjasama untuk mencapai tujuan. Dengan demikian, selain komitmen juga diperlukan kerjasama yang baik antar sesama anggota. Untuk yang sedang berhalangan (haid), dapat membaca terjemahan juz jatahnya, mendengarkan murottal juz, atau mendengarkan sanak keluarga yang membacakan juz jatahnya. Biasanya para anggota memilih opsi pertama dan kedua. Jadi, tak ada istilah absen dari kegiatan membaca atau mendengarkan Al Quran. Hal itulah yang ingin ditanamkan lewat kegiatan ODOJ ini.

Setiap harinya, para anggota ini berinteraksi untuk mengakrabkan tali silaturrahim. Antar anggota akan saling mengenal dengan berbagi tentang banyak hal. Tak cuma soal tilawah, tapi juga segala macam pengetahuan dan wawasan keislaman dapat dibagi dan dijadikan bahan diskusi. Jadi, selain rutin bertilawah secara teratur, kita juga memperoleh manfaat lain berupa pengetahuan keislaman yang semakin dalam. Meski begitu, saya sendiri sebenarnya dapat dikatakan belum terlalu aktif di grup. Sesekali saya nimbrung dalam obrolan, lebih banyak hanya untuk melapor perkembangan tilawah dan mengutip ilmu-ilmu baru yang selalu ada setiap harinya. Adakalanya saya sedang berada di daerah yang jangkauan internet providernya terbatas sehingga tidak bisa Whatsapp, jadi hanya bisa melapor via SMS ke sekretarisnya. Tak masalah. Yang penting, bergabungnya kita ke dalam grup ODOJ terutama adalah sebagai penyemangat agar kita senang berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabiqul khoirot), yang semoga diridhoi Allah.

Saya merasakan sekali. Hari pertama, 14 April lalu, saya begitu termotivasi untuk menyelesaikan 1 juz tepat waktu. β€œPokoknya jangan sampe malu-maluin!” Pikir saya. Yah, motivasi awalnya bisa saja agak β€œberbelok” kan. Hehehe… Tapi seiring dengan waktu, selama hampir 3 minggu bergabung, perlahan saya mulai merasakan tilawah adalah sebuah kebiasaan yang bila tidak dijalani terasa ada yang kurang. Naik turun semangatnya pasti ada. Saya pun pernah kholas lewat waktu. Tapi ya dijalani saja. Itu wajar terjadi selama pembentukan kebiasaan baru. Setiap hari, diri kita akan merasa lebih terpacu untuk lebih baik karena melihat teman-teman lain yang sudah kholas di awal waktu. Tinggal pintar-pintar mengatur waktunya saja. Yang penting kita merasa jadi bagian dari kelompok, peduli dan berkomitmen untuk mengamalkan tilawah setiap hari. In sya Allah, dengan niat yang lurus, kita dapat menjalaninya dengan baik. Aamiin yaa robbal β€˜aalamiin..

***

>> Untuk info lebih lanjut dan ingin bergabung, sila klik link berikut: One Day One Juz

>> Artikel terkait:

Keajaiban One Day One Juz

One Day One Juz, 1 Juz Al Quran Setiap Hari

6 thoughts on “[ODOJ] Yuk, Membiasakan Tilawah Setiap Hari

  1. sekarang udah mulai berasa ada yg kurang kalo belum tilawah gk nis? :’)
    subhanallaah ya suasana dalam grup ODOJ ini….saling menularkan kebaikan…awalnya niatku juga mencong2 nis..makin ke sini, karena selalu saling mengingatkan agar melakukan karena Allah semata, jadi makin enteng rasanya ngaji satu juz sehari…padahal dulu ngebayanginnya aja udah males banget… 😦
    salam dr #2629 ahahahaaa..:D

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s